Inilah nasehat berharga dari para ulama
kita. Sungguh di zaman ini, kita akan melihat banyak orang yang
menyia-nyiakan waktu dan umurnya dengan sia-sia. Kebanyakan kita saat
ini hanya mengisi waktu dengan maksiat, lalai dari ketaatan dan ibadah,
dan gemar melakukan hal yang sia-sia yang membuat lalai dari mengingat
Allah. Padahal kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang sangat
singkat, tetapi kebanyakan kita lalai memanfaatkan waktu yang telah
Allah berikan.
Tiada izzah islam akan kembali tanpa tafsiyah dan tarbiyah serta kembali kepada pemahaman salaful ummah
Minggu, 23 Juli 2017
Minggu, 25 Juni 2017
MAKNA AYAT: “KAMI LEBIH DEKAT DARI URAT LEHERNYA”
Tanya : Apa makna dua ayat berikut :
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” [QS. Qaaf : 16].
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ
“Dan Kami lebih dekat dengannya daripada kamu” [QS. Al-Waqi’ah : 85].
Apakah ini menunjukkan bahwa Allah memang dekat dan “menyatu”
dengan diri kita ?
Minggu, 11 Juni 2017
PERNYATAAN IMAM SYAFI'I DALAM MASALAH AQIDAH
Mengenal aqidah seorang imam besar Ahlu Sunnah merupakan perkara
penting. Khususnya, bila sang imam tersebut memiliki pengikut dan
madzhab yang mendunia. Karenanya, mengenal pernyataan Imam Syafi'i yang
madzhabnya menjadi madzhab banyak kaum muslimin di negeri ini, menjadi
lebih penting dan mendesak, agar kita semua dapat melihat secara nyata
aqidah Imam asy-Syafi'i, dan dapat dijadikan pelajaran bagi kaum
muslimin di Indonesia.
Minggu, 21 Mei 2017
ORANG BODOH DIAMPUNI?
Pertanyaan.
1. Bagaimana batasan orang jahil dalam agama, sehingga tidak dihukumi sebagaimana hukum syar’i yang ada. Misal, bukankah orang Nashrani dan Yahudi dihukumi kafir, pun mereka jahil. Sedangkan quburiyyin tidak dihukumi kafir? Padahal ini merupakan dasar akidah. Masalah ini masih samar bagi saya.
2. Apabila melanggar suatu larangan, apakah dosa orang yang sudah tahu dan yang belum tahu (jahil) itu sama? Lalu, apakah berdosa bila seseorang tidak mau menuntut ilmu karena takut terjerumus perkara yang belum diketahui? Berdasarkan dalil, lebih besar manakah dosa antara orang yang syirik dengan orang yang meminum khamr (tetapi tahu)? Mohon penjelasan.
Rabu, 17 Mei 2017
Dimana Allah??? (Bantahan terhadap pemahaman yg mengatakan Allah dimana-mana atau Allah ADA NAMUN TAK BERTEMPAT & TAK BERARAH)
Pada kesempatan kali ini, kami angkat sebuah topik
permasalahan yang klasik dan kontemporer, yaitu mengenal “Dimana Allah?”,
Karena di sana banyak kita dapati di antara masyarakat yang menyimpang dalam
aqidah (keyakinan) yang agung,
prinsip Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, dan para shahabat -Ridhwanullah ‘alaihim ‘ajmain-, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
prinsip Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, dan para shahabat -Ridhwanullah ‘alaihim ‘ajmain-, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
Senin, 17 April 2017
HUKUM MENGATAKAN ALLAH ADA DIMANA-MANA
Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Dalam sebuah siaran radio ditampilakan kisah dengan menggunakan kata-kata: Seorang anak bertanya tentang Allah kepada ayahnya, maka sang ayah menjawab: Allah itu ada dimana-mana. Bagaimana pandangan hukum agama yterhadap jawaban yang menggunakan kalimat semacam ini?
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Dalam sebuah siaran radio ditampilakan kisah dengan menggunakan kata-kata: Seorang anak bertanya tentang Allah kepada ayahnya, maka sang ayah menjawab: Allah itu ada dimana-mana. Bagaimana pandangan hukum agama yterhadap jawaban yang menggunakan kalimat semacam ini?
Minggu, 02 April 2017
MENYOAL URUSAN GHOIB
اَلْحَمْدُ ِللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ وَعَلىٰ آلِهِ وَ مَنْ وَالاَهُ، وَبَعْدُ
Di antara hal yang penting dalam akidah Islam adalah beriman terhadap urusan gaib. Telah banyak orang tersesat dalam
masalah ini. Sebagian mereka terjatuh dalam kekufuran karena mengaku
tahu ilmu gaib. Sebagian orang membenarkan pengakuan orang yang mengaku
tahu ilmu gaib tersebut. Tidak sedikit pula orang-orang yang
tidak meyakini sebagian urusan gaib, mengingkari masalah-masalah akidah,
seperti azab kubur, telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan lainnya.
Minggu, 26 Maret 2017
AGAMA YANG HAQ DISISI ALLAH HANYALAH ISLAM
Islam adalah nikmat terbesar bagi hamba Allah subhanahu wa ta’ala, karena:
1. Islam Satu-Satunya Agama yang Haq di Sisi Allah subhanahu wa ta’ala
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ
“Sesungguhnya agama yang haq disisi Allah hanyalah Islam.” (Ali Imran: 19)
وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٨٥
“Barang siapa mengharapkan selain Islam, tidak akan diterima darinya, di akhirat nanti dia termasuk orang-orang merugi.” (Ali Imran: 85)
Selasa, 21 Maret 2017
MENJADIKAN AGAMA SEBAGAI BAHAN GURAUAN ADALAH PERBUATAN KUFUR
Oleh
Prof. Dr Abdur Razzaq al-Abbad
Islam merupakan agama agung, yang dibangun di atas pondasi pengagungan
kepada Allâh Azza wa Jalla , pengagungan terhadap syariat-Nya dan Rasul-Nya.
Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى
الْقُلُوبِ
Demikianlah (perintah Allâh). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar
Allâh, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati [Al-Hajj/ 22: 32]
Apabila pengagungan kepada Allâh Azza wa Jalla di dalam hati seseorang
menguat, maka ia akan tunduk, patuh, berserah diri dan taat. Namun apabila
pengagungan kepada Allâh Azza wa Jalla hilang dari hati seorang hamba, maka ia
akan membangkang kepada agama ini, bahkan ia akan berubah menjadi seseorang
yang suka mencibir, mencela, dan menghinakan (agama ini). Dengan ini,
tersingkap sudah penyebab hilangnya rasa hormat dari sebagian orang terhadap
agama ini.
Senin, 27 Februari 2017
THUMA’NINAH DALAM SHALAT
Oleh
Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr
Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr
Diantara kesalahan fatal yang dilakukan oleh sebagian kaum Muslimin dalam
shalat mereka adalah meninggalkan thuma’ninah, padahal Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam menganggapkan orang yang tidak melakukannya sebagai pencuri terjelek.
Disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِى يَسْرِقُ مِنْ صَلاتِهِ، قَالُوا: يَا
رَسُولَ اللَّهِ، وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: “لاَ يُتِمُّ
رُكُوعَهَا وَلاَ سُجُودَهَا
‘Pencuri terjelek adalah orang yang mencuri (sesuatu) dari shalatnya.’ Para
Shahabat Radhiyallahu anhum bertanya, ‘Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam ! Bagaimana seseorang mencuri sesuatu dari shalatnya ?’ Beliau
Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Dia tidak menyempurnakan ruku’ dan
sujudnya.’
Senin, 13 Februari 2017
AHLUS SUNNAH MENDOAKAN WALIYYUL AMRI
Al-Imam al-Barbahari rahimahumallah berkata,
“Apabila engkau melihat ada orang yang mendoakan kebaikan untuk penguasa, ketahuilah dia seorang Ahlus Sunnah, insya Allah.”
Al-Imam Fudhail bin Iyadh rahimahumallah berkata,
“Sekiranya aku mempunyai doa (yang terkabul), aku tidak akan mengarahkannya kecuali untuk penguasa.”
Minggu, 29 Januari 2017
Tamu Pasti Akan Pergi
Tamu, Pasti Akan Pergi, Abdullah bin Mas’ud yang mengatakannya. Kullu ahadin fi haadzihi ad dunyaa dhaifun, wa maaluhu ‘ariyatun, fa adh dhaifu murtahalun wal ‘ariyatu muaddaatun.
“Di kehidupan dunia ini, kita hanyalah tamu. Semua yang dipakai, sebatas
pinjaman. Tamu pasti akan pergi sementara barang yang dipakainya harus
diserahkan kepada pemilik rumah”
Selasa, 17 Januari 2017
Hak-Hak Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Yang Wajib Kita Tunaikan
Di antara para nabi yang diutus oleh
Allah Subhanahu wata’ala adalah Nabi Muhammad Shallallahu
‘alaihi wasallam. Nabi terbaik yang diutus oleh Allah Subhanahu wata’ala di
muka bumi ini, sebagai rahmat bagi alam semesta. Allah Subhanahu
wata’ala berfirman,
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ“Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi alam semesta.” (al-Anbiya’: 107)
Minggu, 11 Desember 2016
APAKAH KHAWARIJ ADALAH ORANG YANG MEMBERONTAK PENGUASA YANG ADIL SAJA? KALAU MEMBERONTAK KEPADA PENGUASA ZALIM BUKAN KHAWARIJ?
❱ Asy-Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullahu ta'ala:
[ Pertanyaan ]
Apa pendapat anda terhadap orang yang mengatakan: “Sesungguhnya khawarij itu adalah mereka yang memberontak kepada penguasa yang adil saja. Adapun orang yang memberontak kepada penguasa yang zalim maka ia bukan khawarij?”
[ Jawaban ]
[ Pertanyaan ]
Apa pendapat anda terhadap orang yang mengatakan: “Sesungguhnya khawarij itu adalah mereka yang memberontak kepada penguasa yang adil saja. Adapun orang yang memberontak kepada penguasa yang zalim maka ia bukan khawarij?”
[ Jawaban ]
BERHATI-HATILAH DARI DOSA-DOSA KECIL
Berkata 'Abdullah bin Mubarak (wafat tahun 181 H) sebagaimana dalam kitab beliau az-Zuhd halaman 163:
Telah mengabarkan kepada kami Haiwah bin Syuraih, beliau berkata: Aku
mendengar Yazid bin Abi Habib mengatakan: Telah memberitakan kepadaku
Imran at-Tujibiy, bahwasannya beliau telah mendengar Abu Ayyub
al-Anshari radhiyallahu 'anhu mengatakan:
Minggu, 27 November 2016
MEWASPADAI FITNAH (UJIAN) DI ZAMAN MODERN
Oleh
Syaikh Shâlih Fauzân bin Abdillâh Al Fauzân
Syaikh Shâlih Fauzân bin Abdillâh Al Fauzân
Sudah menjadi fithrah manusia, jika mengalami atau tertimpa suatu musibah,
maka dia akan berusaha menyelamatkan diri dengan segala cara yang mungkin
dilakukannya. Namun, ada juga sebagian orang yang pasrah, berputus asa dan
tidak mau mencari jalan keluar, akhirnya kebinasaan menjadi pungkasannya. Ada
juga yang tidak menyadari dirinya sedang dalam musibah, sehingga tidak tergerak
untuk mencari solusi, akhirnya penyesalan pun tak terelakkan.
Selasa, 08 November 2016
KISAH IMAM AHMAD (MASA ALMA'MUN S.D AL MUTAWAKKIL)
Kisah Imam Ahmad
Memenuhi Panggilan al Ma'mun
كَفْكَفْ دُمُوعَكَ فَالطَّرِيقُ طَوِيلُ
... لَا تَتْرُكِ الدَّمْعَ الْعَزِيزَ يَسِيلُ
فِي أَوَّلِ الدَّرْبِ الطَّوِيلِ تَحَسَّرٌ
... مَاذَا عَسَاكَ -إِنِ ابْتُلِيتَ- تَقُولُ
يَاأَيُّهَا السُّنِّي لَا تَجْزَعْ إِذَا
... شَحَّ الْوُجُودُ وَهَاجَمَتْكَ فُلُولُ
وَاعْلَمْ بِأَنَّ اللّٰهَ نَاصِرُ عَبْدَهُ
... وَلَهُ مَقَالِيدُ الْأُمُورِ تَؤُولُ
Tahan! Tahan air matamu karena jalan masih
panjang...
Jangan kau biarkan air mata mulia mengalir...
Diawal jalan, memang terasa berat...
Hatimu bergumam, "apa yang akan terjadi
padaku?"...
Wahai Sunni, jangan bimbang apabila...
Sedikit penolong dan ujian datang silih
berganti...
Ketahuilah, Allah kan senantiasa menolong
hamba-Nya...
Dan kunci segala urusan kepada-Nya kembali...
________o00o________
Minggu, 23 Oktober 2016
tentang Panggilan Abi dan Umi bagi Suami Istri
Tanya:
Apa hukum bagi suami memanggil istri dengan panggilan ummi dan isti memanggil suami dengan abi? Apakah ini tidak termasuk dari menyambung-nyambungkan nasab orang lain atau tidak?
Jawab:
Oleh Al Ustadz Abu Muawiyah Askary hafizhahullah
Na'am, sebaiknya dihindari kalimat seperti ini. Suami memanggil istri, ummi. Tahu tidak, arti ummi? Ibuku, mamaku, istri koq dipanggil mama koq begitu? Kecuali mungkin, kalau kadang-kadang tujuannya adalah mengajari anak, mungkin seorang ingin mengajari anak, panggil ummi kepada ibunya.
Apa hukum bagi suami memanggil istri dengan panggilan ummi dan isti memanggil suami dengan abi? Apakah ini tidak termasuk dari menyambung-nyambungkan nasab orang lain atau tidak?
Jawab:
Oleh Al Ustadz Abu Muawiyah Askary hafizhahullah
Na'am, sebaiknya dihindari kalimat seperti ini. Suami memanggil istri, ummi. Tahu tidak, arti ummi? Ibuku, mamaku, istri koq dipanggil mama koq begitu? Kecuali mungkin, kalau kadang-kadang tujuannya adalah mengajari anak, mungkin seorang ingin mengajari anak, panggil ummi kepada ibunya.
Minggu, 16 Oktober 2016
BUAH PAHIT MAKSIAT
Pembaca rahimakumullah,
Tatkala seorang hamba bermaksiat
kepada Allah, baik dengan ucapan, perbuatan, maupun amalan hati, jangan
pernah dia merasa bahwa perbuatannya itu tiada berefek apa-apa, bahkan
jika dia mau sedikit saja merenungkan akibat perbuatannya tersebut,
niscaya akan nampak jelas baginya kerusakan demi kerusakan yang
ditimbulkan olehnya.
Minggu, 11 September 2016
KEUTAMAAN SHALAT SYURUQ
Sabtu, 03 September 2016
AQIQAH DI LUAR DAERAH
Apakah hewan aqiqah boleh disembelih di luar daerah/kota
tempat si anak dilahirkan, karena di tempat kelahirannya tidak
didapatkan orang-orang fakir yang membutuhkan daging, sementara di
tempat lain ada orang-orang yang berhak mendapatkan sedekah? Ataukah
tidak disyaratkan daging sembelihan aqiqah harus disedekahkan kepada
fuqara?
Jumat, 05 Agustus 2016
KETENTUAN-KETENTUAN MUDHARABAH
(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin)
Islam mengatur mudharabah dengan ketentuan-ketentuan baku
yang tidak boleh dilanggar agar sistem mudharabah tersebut syar’i. Jauh
dari praktik ribawi, bersih dari noda pertaruhan dan judi.
Secara garis besar, ketentuan-ketentuan tersebut bermuara pada lima hal:
1. Modal (رَأْسُ الْمَالِ)
2. Kerja (الْعَمَلُ)
3. Keuntungan/Laba (الرِبْحُ)
4. Pemodal (صَاحِبُ الْمَالِ) dan pengelola (الْعَامِلُ/
الْمُضَارِبُ) yang biasa disingkat dengan (الْعَاقِدَانِ) yakni kedua
belah pihak yang melakukan kontrak kerjasama usaha.
5. Akad/ijab qabul (الصِّيْغَةُ)
Aplikasi Mudharabah dalam Perbankan Syariah
(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin)
Mudharabah di dunia bank syariah merupakan karakteristik umum dan
landasan dasar bagi operasional bank Islam secara keseluruhan. Aplikasi
mudharabah pada bank syariah cukup kompleks, namun secara global dapat
diklasifikasikan menjadi dua:
1. Akad mudharabah antara nasabah penabung dengan bank
2. Akad mudharabah antara bank dengan nasabah peminjam
Rabu, 03 Agustus 2016
KARAKTERISTIK BANK SYARIAH
(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin)
Prinsip bagi hasil (profit sharing) merupakan karakteristik umum dan
landasan dasar bagi operasional bank syariah secara keseluruhan. Secara
syariah, prinsipnya berdasarkan kaidah mudharabah. Berdasarkan prinsip
ini pihak bank akan berfungsi sebagai:
1. Mudharib (pengelola)
Bank bertindak sebagai mitra, dengan penabung sebagai shahibul maal
(pemodal). Antara keduanya diadakan akad mudharabah yang menyatakan
pembagian keuntungan masing-masing pihak.
2. Shahibul maal (pemodal/investor)
Bagi pengusaha/peminjam dana, bank berfungsi sebagai pemodal, baik
yang berasal dari tabungan/deposito/giro maupun dana bank sendiri berupa
modal pemegang saham. Sementara sang pengusaha/peminjam berfungsi
sebagai mudharib (pengelola) karena melakukan usaha dengan cara memutar
atau mengelola dana bank.
Selasa, 02 Agustus 2016
tentang Bank Islam/ Bank Syariah
PENDAHULUAN :
Pada asalnya pengadaan Bank Islam yang terhindar dari praktek riba
dan peminjaman secara riba adalah sesuatu yang baik. Akan tetapi
kenyataannya bahwa Bank-bank Islam yang ada diberbagai Negeri tidak
memenuhi apa yang dijanjikannya kepada kaum muslimin, bahkan mereka
terseret kedalam berbagai muamalah yang rusak dan haram.
Muamalah yang dipraktekkan Bank-bank Islam pada saat ini mayoritasnya adalah apa yang dinamakan (menurut mereka) “Bai’ Al-Murobahah” (jual beli yang menguntungkan).
Sebagian Ulama membela bank-bank ini, walaupun terjatuh pada kesalahan-kesalahan, maka tidak ada satupun yang ma’shum, sementara Bank itu ingin meletakkan bangunan Islam secara nyata.
Muamalah yang dipraktekkan Bank-bank Islam pada saat ini mayoritasnya adalah apa yang dinamakan (menurut mereka) “Bai’ Al-Murobahah” (jual beli yang menguntungkan).
Sebagian Ulama membela bank-bank ini, walaupun terjatuh pada kesalahan-kesalahan, maka tidak ada satupun yang ma’shum, sementara Bank itu ingin meletakkan bangunan Islam secara nyata.
Langganan:
Postingan (Atom)
























