Kamis, 24 Januari 2019

AGAMA INI TELAH SEMPURNA


Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar Thalib
Allah subhanahuwata’ala menurunkan agama Islam dalam keadaan telah sempurna. Ia tidak membutuhkan penambahan ataupun pengurangan. Namun toh, banyak manusia menciptakan amalan-amalan baru yang disandarkan pada agama hanya karena kebanyakan dari mereka menganggap baik perbuatan tersebut.

Kamis, 27 Desember 2018

DAKWAH TAUHID ADALAH JIHAD TERBESAR


Ditulis oleh: Ustadz Muhammad as Seweed hafizhahullah
Problem umat Islam di Indonesia ini, atau bahkan di dunia hari ini, bukanlah kemiskinan atau keterpurukan ekonomi, bukan pula krisis kekuasaan seperti yang dikatakan oleh kaum Khawarij.
Problem kaum muslimin terbesar pada hari ini adalah krisis ilmu tentang agama mereka sendiri. Akibatnya, mereka diombang-ambingkan oleh tipuan-tipuan musuh Islam. Ini tidak terjadi begitu saja, tetapi akibat makar yang dilancarkan sejak lama. Musuh-musuh Islam itu berupaya dengan berbagai cara agar kaum muslimin jauh dari agama mereka; sibuk dengan “sesuatu” yang lain sehingga lupa pada agama mereka sendiri. Tidak memahami tauhid. Tidak memahami Sunnah. Salah paham terhadap agama.

Jumat, 30 November 2018

PERBEDAAN HAJI DAN UMRAH

Oleh : Al Ustadz Abu Utsman Kharisman

BEBERAPA PERBEDAAN ANTARA HAJI DAN UMRAH YAITU:

1. Umroh bisa dilakukan di bulan apa saja, sedangkan haji hanya dilaksanakan di bulan Dzulhijjah (8 – 13 Dzulhijjah). Khusus untuk umroh haji tamattu’, dilaksanakan di bulan-bulan haji yaitu Syawwal, Dzulqo’dah, ataupun awal-awal Dzulhijjah.

2. Berihram untuk melaksanakan umroh tersendiri, mengucapkan: LABBAIKALLAAHUMMA UMROTAN. Sedangkan berihram untuk melaksanakan haji tersendiri, mengucapkan: LABBAIKALLAHUMMA HAJJAN. Adapun jika berhaji secara qiran (menggabungkan ihlal umroh dan haji) dengan mengucapkan: LABBAIKALLAHUMMA UMROTAN WA HAJJAN

Kamis, 01 November 2018

SHALAT BERJAMAAH BERDUA DENGAN WANITA YANG BUKAN MAHROM


apakah shalat berjamaah antara laki dan perempuan (laki-laki dan perempuannya banyak) tanpa sekat bahkan hampir berdempet shafnya karena musholanya sempit hukumnya haram juga?

Jawab:


Shalat berjamaah seorang laki-laki bersama wanita tidak lepas dari beberapa keadaan berikut:

Kamis, 11 Oktober 2018

TELAGA NABI DAN QISHASH DI ATAS QANTHARAH


Betapa beratnya penderitaan yang dirasakan manusia pada hari kiamat. Hari tersebut adalah masa penantian yang begitu panjang. Panas yang menyengat menjadikan keringat mereka mengucur deras dan tergenang, kerongkongan pun merasakan dahaga hebat.
Dalam keadaan seperti itu Allah menunjukkan kasih sayangnya. Kaum mukminin banyak mendapatkan keringanan dari kesengsaraan yang dirasakan oleh manusia yang lain.

Rabu, 03 Oktober 2018

MENGAMBIL HIKMAH DAN PELAJARAN DARI BERBAGAI MUSIBAH

 
Ambillah Sebagai Pelajaran, Wahai Saudaraku !
Setelah Lombok NTB, berikutnya giliran Palu dan sekitarnya di Sulteng diguncang gempa bumi bahkan disusul gelombang tsunami yang dahsyat. Negeri yang mayoritas beragama Islam ini beruntun diterpa musibah besar hingga menyisakan duka dan nestapa.
Saudaraku, tulisan yang sangat sederhana ini sengaja kami torehkan karena jiwa terpanggil untuk mengingatkan diri ini dan saudaraku bahwa ada pelajaran di balik musibah ini. Pelajaran tersebut kami akan utarakan menurut tinjauan agama karena sisi ini masih terasa kurang dikedepankan kala musibah terjadi. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya agama dengan bimbingan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi menurut pemahaman Salaf (generasi terbaik umat Islam) menjadi tinjauan utama dalam menilai suatu perkara, baik ucapan, perbuatan maupun peristiwa.

Minggu, 30 September 2018

PENTINGNYA MENJAGA WAKTU DAN MENGAMBIL PELAJARAN DARI KEADAAN DUNIA

 
Nasehat Menyentuh Hati:
Asy-Syaikh Al-Allaamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله berkata:
”Sesungguhnya dunia ini semuanya akan berlalu. Sesungguhnya segala sesuatu yg ada di dalamnya merupakan pelajaran yg berharga. Jika engkau melihat matahari keluar di pagi hari, kemudian tenggelam di sore hari, lalu menghilang… Demikian juga wujudnya seorang insan di dunia.
Ia muncul kedunia kemudian akan sirna.

Minggu, 19 Agustus 2018

BIMBINGAN ISLAM DALAM MEMILIH TEMAN




Oleh  : Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc.
Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السُّوءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رَيْحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا خَبِيثَةً

“Permisalan teman duduk yang saleh dan teman duduk yang buruk seperti penjual misik dan pandai besi. Adapun penjual misik, boleh jadi ia memberimu misik, engkau membeli darinya, atau setidaknya engkau akan mencium bau harumnya. Adapun pandai besi, boleh jadi akan membuat bajumu terbakar atau engkau mencium bau yang tidak enak.”

Selasa, 31 Juli 2018

MENELADANI PARA SAHABAT NABI DALAM MELURUSKAN SHAF SHALAT


Imam shalat hendaknya menaruh perhatian terhadap perkara meluruskan shaf shalat. Berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam,
استووا ولا تختلفوا فتختلف قلوبكم
Luruskanlah (shaff kalian) dan jangan bercerai-berai sehingga akan tercerai berai hati kalian” (HR. Muslim).

Syaikh Rabi ibn Hadi Al Madkhali hafizhahullah menjelaskan, “Shaf yang tidak lurus akan membawa pada tercerai berainya hati, hati yang tercerai berai membawa pada berbagai perkara serius, diantaranya perpecahan dalam aqidah dan manhaj, yang akan membawa pada permusuhan dan pertumpahan darah, sebagaimana telah banyak terjadi di zaman ini. Maka wajib bagi imam masjid untuk menaruh perhatian besar pada kelurusan shaf shalat, mengingatkan jamaah shalat untuk selalu meluruskan shaf. Semoga Allah memberi taufik bagi imam masjid untuk menegakkan kewajiban ini, dan tidak bermudah-mudahan di dalamnya” -selesai nukilan

Minggu, 15 Juli 2018

BIMBINGAN DALAM MENGHITUNG ZAKAT MAL


Segala puji hanya milik Allâh Ta'ala, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan
kepada Nabi Muhammad Shallallâhu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan sahabatnya. Harta benda beserta seluruh kenikmatan dunia diciptakan untuk kepentingan manusia, agar mereka bersyukur kepada Allâh Ta’ala dan rajin beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu tatkala Nabi Ibrahim 'alaihissalam, meninggalkan putranya, Nabi Ismail 'alaihissalam di sekitar bangunan Ka’bah, beliau berdoa:

Minggu, 03 Juni 2018

BERAPA JARAK ANTARA DUA KAKI SEORANG YANG SHALAT KETIKA BERDIRI?


Asy-Syaikh Nashiruddin Al-Albani rahimahullah menjawab:

Tidak ada (dalil dari) sunnah untuk (jawaban) pertanyaan ini. Seorang muslim jika shalat sendirian, atau menjadi imam, ia boleh berdiri dengan yang nyaman/ mudah baginya, sama saja apakah membentangkan kedua kakinya sejarak lima jari, seperti yg dikatakan oleh sebagian madzhab dengan tanpa hujjah atau lebih dari itu atau kurang dari itu.

Adapun jika ia shalat di dalam shaf, maka di sana ada berdiri yang ditetapkan yang harus. Harus merenggangkan kedua kakinya sehingga kaki yang kanan menempel dengan kaki kiri temannya, menjadi barisan yang seperti Allah Ta’ala katakan: “Seperti bangunan yang kokoh.”

Sabtu, 02 Juni 2018

HUKUM SHALAT TARAWIH 4 RAKAAT SEKALI SALAM


Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali حفظه الله
Pertanyaan: Ini pertanyaan dari situs Miratsul Anbiya: Bolehkah shalat tarawih empat rakaat dengan sekali salam?
Jawaban:
Tidak, itu tidak benar/sah, meskipun hal itu terjadi dua malam yang lalu di Masjid Nabawi dan dilakukan sesekali.
Yang benar, shalat (tarawih) empat rakaat dengan sekali salam hukumnya batil (tidak sah).
Sebab, Aisyah Ummul Mukminin radhiyallahu anha mengatakan, “Nabi shallallahu alaihi wasallam tidaklah menambah shalat (malam) pada bulan Ramadhan atau selainnya lebih dari 11 rakaat. Beliau shalat 4 rakaat, jangan engkau tanya tentang bagusnya dan lamanya. Kemudian beliau shalat 4 rakaat, jangan engkau tanya tentang bagusnya dan lamanya. Setelah itu, beliau shalat 3 rakaat.”

Minggu, 27 Mei 2018

Hukum Nikah dalam Keadaan Hamil

PERTANYAAN

-Bagaimana hukum pernikahan dengan wanita yang sedang hamil?

-Bila terlanjur menikah, apa yang harus dilakukan? Apakah harus bercerai terlebih dahulu kemudian menikah lagi, atau langsung menikah tanpa harus bercerai terlebih dahulu?

-Dalam hal ini, apakah masih diperlukan mas kawin (mahar)?

Kami jawab -dengan meminta pertolongan dari Allah Al- ‘ Alim Al-Hakim – sebagai berikut.

Rabu, 25 April 2018

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM


Tema : RAQAIQ
Sekali lagi, anak yang bisa menjadi penyejuk mata hanyalah anak-anak yang shalih dan shalihah. Mereka mengetahui hak orangtua yang harus mereka tunaikan. Mereka meringankan beban kedua orangtua. Pekerjaan orangtua terbantu. Orangtua dilayani dan dihormati.
Semoga Allah menjadikan putra-putri kita sebagai anak-anak yang shalih dan shalihah. Semoga Allah menjauhkan mereka dari akhlak dan perilaku anak durhaka.

Minggu, 11 Maret 2018

PARA PELAWAK ITU..



Sebuah realita yang membuat hati orang-orang beriman menjadi sedih dengan banyaknya kemungkaran yang terjadi disekitarnya, diantara kemungkaran itu adalah adanya para pelawak yang berdusta dalam lawakkannya bahkan lebih dari itu, sebagian mereka menjadikan sesuatu dari syariat ini sebagai bahan gurauan hanya agar manusia bisa tertawa.
Yang lebih meyedihkan lagi ini menjadi tontonan kaum muslimin yang mereka tertawa dengan suguhan kemungkaran tersebut.

Minggu, 11 Februari 2018

Perbedaan Shabr, Tashabbur, Ishtibar, dan Mushabarah


Perbedaan istilah-istilah di atas dapat ditinjau dari keadaan seorang hamba dalam menerapkan kesabaran pada dirinya atau pada orang lain.
 Shabr
Menahan diri dan mengekangnya dari hal-hal yang tidak pantas disebut shabr (sabar), jika didasari oleh karakter asli dan akhlak bawaan.

Minggu, 21 Januari 2018

MENGAJARI ANAK MENTAATI PEMERINTAH MUSLIM


Terkadang secara tak sadar, orang tua menanamkan kepada anak rasa ketidakpuasan terhadap penguasa negerinya. Lewat obrolan dengan orang lain, meluncur ungkapan-ungkapan celaan bahkan hujatan terhadap sang penguasa. Tampaknya hanya sekadar curhat. Namun, tanpa disangka, sepasang telinga kecil menangkap pembicaraan itu, lalu menghunjam di sanubarinya.

Berbekal opini dari orang tuanya terhadap penguasanya yang dipandang penuh kekurangan, tumbuhlah dia sebagai pemuda yang tidak puas dan benci dengan pemerintahnya. Tinggallah orang tua yang terhenyak, saat suatu hari nama anaknya tercatat sebagai anggota teroris. Wal ‘iyadzu billah….

Minggu, 17 Desember 2017

WAHAI MUSLIMAH,, RUMAHMU TETAP ISTANAMU

Rumah yang dihuni satu keluarga yang bisa jadi terdiri dari ayah, ibu, kakek, nenek, dan anak-anak, atau dihuni lebih dari itu atau kurang, dalam lebih dari satu ayat al-Qur’an disandarkan (diidhafahkan –bhs. Arab) kepada wanita.
Salah satunya ayat ke-33 dari surah al-Ahzab,

وَقَرۡنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجۡنَ تَبَرُّجَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ ٱلۡأُولَىٰۖ

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (al-Ahzab: 33)

Minggu, 19 November 2017

HALAL DAN HARAM MAKANAN A-Z

Termasuk di antara keluasan dan kemudahan dalam syari’at Islam, Allah -Subhanahu wa Ta’ala- menghalalkan semua makanan [1] yang mengandung maslahat dan manfaat, baik yang kembalinya kepada ruh maupun jasad, baik kepada individu maupun masyarakat.

Demikian pula sebaliknya Allah mengharamkan semua makanan yang memudhorotkan atau yang mudhorotnya lebih besar daripada manfaatnya. Hal ini tidak lain untuk menjaga kesucian dan kebaikan hati, akal, ruh, dan jasad, yang mana baik atau buruknya keempat perkara ini sangat ditentukan -setelah hidayah dari Allah- dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia yang kemudian akan berubah menjadi darah dan daging sebagai unsur penyusun hati dan jasadnya.

Minggu, 29 Oktober 2017

MAKSUD MEMENDEKAN BACAAN SHALAT KETIKA MENJADI IMAM

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kami mendengar hadis yang berisi perintah bahwa jika kita sedang menjadi imam shalat, maka kita harus memendekkan shalat tersebut. Apakah yang dimaksud memendekkan shalat di sini? dan bagaimana praktiknya yang benar?

Minggu, 17 September 2017

Tentang Hadits Tidak Makan Sebelum Lapar, Berhenti Sebelum Kenyang

Syeikh bin Baz Rahimahullah ditanya tentang suatu hadits, yaitu hadits:

‏ ﻧَﺤْﻦُ ﻗَﻮْﻡٌ ﻻَ ﻧَﺄْﻛُﻞُ ﺣَﺘَّﻰ ﻧَﺠُﻮْﻉَ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺃَﻛَﻠْﻨَﺎ ﻻَ ﻧَﺸْﺒَﻊُ‏

‎“Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan jika kami makan maka kami tidak (sampai) kenyang.”

Beliau menjawab :
Kami tidak mengetahui mengenai keabsahan hadits ini,Ucapan ini biasa didengar dari sebagian tamu padahal di dalam sanadnya terdapat kelemahan. Mereka (sebagian tamu) biasa mengatakan: Dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda,

Minggu, 13 Agustus 2017

TENTANG LARANGAN MEMAKAI ALAS KAKI DI AREA PEMAKAMAN

Apakah melepas sandal saat masuk kuburan termasuk sunnah atau bid’ah?

Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini menjadi tiga pendapat, dan pendapat yang kuat dan terpilih adalah bahwa hal tersebut mustahab. Pendapat ini dipilih oleh Ahmad, Ibnu Qudamah, Ibnul Qayyim, asy-Syaikh Bin Baz, asy-Syaikh al-‘Utsaimin, asy-Syaikh Muqbil, al-Lajnah ad-Daimah dan ulama yang lainnya.

Minggu, 23 Juli 2017

Petuah Ulama Tentang Pentingnya Menjaga Waktu

Inilah nasehat berharga dari para ulama kita. Sungguh di zaman ini, kita akan melihat banyak orang yang menyia-nyiakan waktu dan umurnya dengan sia-sia. Kebanyakan kita saat ini hanya mengisi waktu dengan maksiat, lalai dari ketaatan dan ibadah, dan gemar melakukan hal yang sia-sia yang membuat lalai dari mengingat Allah. Padahal kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang sangat singkat, tetapi kebanyakan kita lalai memanfaatkan waktu yang telah Allah berikan.

Minggu, 25 Juni 2017

MAKNA AYAT: “KAMI LEBIH DEKAT DARI URAT LEHERNYA”

 
 Tanya : Apa makna dua ayat berikut :
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” [QS. Qaaf : 16].
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ
“Dan Kami lebih dekat dengannya daripada kamu” [QS. Al-Waqi’ah : 85].
Apakah ini menunjukkan bahwa Allah memang dekat dan “menyatu” dengan diri kita ?

Minggu, 11 Juni 2017

PERNYATAAN IMAM SYAFI'I DALAM MASALAH AQIDAH

Mengenal aqidah seorang imam besar Ahlu Sunnah merupakan perkara penting. Khususnya, bila sang imam tersebut memiliki pengikut dan madzhab yang mendunia. Karenanya, mengenal pernyataan Imam Syafi'i yang madzhabnya menjadi madzhab banyak kaum muslimin di negeri ini, menjadi lebih penting dan mendesak, agar kita semua dapat melihat secara nyata aqidah Imam asy-Syafi'i, dan dapat dijadikan pelajaran bagi kaum muslimin di Indonesia.