Rabu, 30 April 2014

Hukum Arisan dalam Pandangan Islam

Bagaiamana hukum Arisan dalam islam?
Oleh :  Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini hafizhahullaah

Arisan dikenal oleh sebagian orang  Arab dengan istilah jam’iyyah (kumpulan peserta arisan). Ini termasuk masalah kontemporer yang tengah marak ditekuni oleh banyak kaum muslimin mengingat manfaat yang mereka rasakan darinya. Masalah ini diperselisihkan oleh ulama ahli fatwa masa kini.

Sabtu, 19 April 2014

PKS (Memang) Bukan Wahabi


Sengaja saya tulis singkat artikel ini pasca ditentukannya cawapres oleh bapak SBY agar tidak dianggap sebagai upaya penggembosan terhadap cawapres yang diajukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
“PKS Bukan Wahabi, PKS Toleran”, begitulah kira-kira judul tulisan di website resmi PKS beberapa waktu lalu (lihat : http://www.pk-sejahtera.org/v2/main.php?op=isi&id=7099). Andaikata tidak ada embel-embel “Wahabi”, tidak ada hal istimewa yang membuat saya tertarik untuk membaca dan memberi komentar. Jelasnya, inilah yang dikatakan bapak Dr. Hidayat Nur Wahid (HNW) :
"Itu pendapat klasik yang tidak benar yang selalu dimunculkan menjelang pilkada maupun pemilu. Itu adalah fitnah belaka. Kalau saja kami Wahabi tentu kami tidak akan mendirikan partai politik, sebab kaum Wahabi mengharamkan dan membid'ahkan partai politik."

Antara PKS dan Ikhwanul Muslimin (IM)


Amat unik serta menarik jika kita mengikuti perkembangan partai yang mendambakan keadilan dan kesejahteraan ini. Sebuah partai yang menjadikan Ikhwanul Muslimin sebagai kiblatnya ini telah mengalami berbagai perubahan yang sangat signifikan. Padahal, usia partai ini tidaklah terlalu lama, baru tiga putaran pemilu.
Menjelang Pemilu 1999 misalnya, Dewan Syariah partai “Islam” ini, selaku lembaga yang bertugas membuat putusan agama untuk anggota dan simpatisan partai, mengeluarkan seruan kepada kader dan pendukungnya agar tak terjebak dalam kesibukan mencari pemilih. Sebab, partai ini didirikan bukan untuk mengejar kekuasaan, tapi guna kepentingan dakwah.

Kamis, 17 April 2014

HARUSKAH MENERIMA PINANGAN PRIA YANG BAIK AGAMANYA

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
Pertanyaan: Saya seorang gadis berusia 16 tahun, ada seorang pemuda yang baik agamanya meminang saya, dia adalah seorang muadzin di salah satu masjid, hanya saja saya tidak mau menikah dengannya karena saya tidak menyukainya, bahkan saya sudah tidak tertarik kepadanya sebelum dia meminang saya. Apakah saya berdosa karena menolak pinangannya, dalam keadaan dia termasuk orang yang diridhai agamanya? Kami memohon fatwanya, semoga Allah memberi Anda pahala.

Selasa, 08 April 2014

Partai Islam, Partai Dakwah?

Asy-Syaikh Abdussalam bin Barjas rahimahullah dalam Al-Hujajul Qawiyyah ‘ala anna Wasa’il Ad-Da’wah Tauqifiyyah menuturkan bahwa dakwah (mengajak manusia) ke jalan Allah Subhanahu wata’ala adalah ibadah yang agung. Allah Subhanahu wata’ala telah memerintahkan hal ini. Mendorong setiap muslim untuk terjun dalam kancah dakwah. Allah Subhanahu wata’ala menjadikan para pegiat dakwah sebagai sebaik-baik manusia dalam perkataannya. Mengangkat amalan mereka pada derajat utama. 

Jumat, 21 Maret 2014

KAFFARAH ATAU TEBUSAN MELANGGAR SUMPAH

Tanya:  ِApa kaffarahnya bila seseorang melanggar sumpahnya? Dan apakah dibolehkan mengganti kaffarah tersebut dengan uang?
Jawab:
Al-Lajnah Ad-Da`imah Lil Buhuts Al-’Ilmiyyah wal Ifta` [1] menjawab:
Kaffarah sumpah diterangkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:

Senin, 17 Maret 2014

MERAGUKAN NASAB KETURUNAN SESEORANG

Imam Al-Allamah Muqbil Bin Hadi Al-Wadi'i رحمه الله ditanya:
Apakah kita harus membenarkan setiap orang yang menisbahkan dirinya sebagai keluarga nabi bahwa benar demikian adanya?

Jumat, 07 Maret 2014

Berdoa Merupakan Sebab Kebaikan Yang Akan Mendatangkan Keridhaan Allah Subhanhu wa Ta’ala dan Bisa Merubah Takdir


Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah :
Manakala para shahabat radhiyallahu ‘anhum adalah orang yang paling mengerti tentang Allah dan rasul-Nya ketimbang umat ini, juga lebih paham tentang agama-Nya ketimbang umat ini. Mereka radhiyallahu ‘anhum lebih lurus jalannya dalam perkara ini (bahwasanya doa termasuk sebab terhadap takdir), lebih lurus jalannya tentang syarat-syarat doa, dan lebih lurus jalannya tentang adab-adab dalam berdoa daripada selain mereka.

Selasa, 11 Februari 2014

Agar Sembuh dari Onani

Onani dan masturbasi. Dua kata yang tabu disebutkan oleh orang yang masih memiliki fitrah di dalam dirinya. Bagi kamu yang sudah ‘ketagihan’, dengan kemauan, usaha, dan kerja keras yang tinggi, kamu pasti bisa keluar dari masalah ini.

Kamu mau kan dipanggil sebagai seorang mukmin. Nah, di antara ciri seorang mukmin adalah yang Allah sebutkan dalam Surat Al-Mu`minun ayat 5-7:

Makna ‘Bukan Termasuk Golongan Kami’

Dalam banyak riwayat ditemukan ucapan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam laisa minaa’ yang dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ‘bukan termasuk golongan kami’. Diantaranya adalah:
مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلَاحَ، فَلَيْسَ مِنَّا
“Barangsiapa yang membawa senjata untuk menyerang kami, maka ia bukan termasuk golongan kami” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 6874].
وَمَنِ ادَّعَى مَا لَيْسَ لَهُ فَلَيْسَ مِنَّا

Senin, 10 Februari 2014

Hukum Menggunakan Sepatu Bertumit Tinggi

Oleh: Al-Ustadz Abdul Qadir Abu Fa’izah -Hafizhahullah-
Jika kita meneropong sebuah sudut kehidupan anak cucu Adam, khususnya kehidupan wanita dari zaman ke zaman, maka kita akan menemukan perubahan drastis sehingga muncullah istilah baru “Lain dulu, lain sekarang”.

Minggu, 09 Februari 2014

SIKAP AHLUS SUNNAH TERHADAP MU’AWIYAH DAN PERTIKAIANNYA DENGAN ALI RADHIALLAHU 'ANHUMA

Oleh
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari
Tidak syak lagi, bahwasanya Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu dan orang-orang yang menyertainya lebih patut dikatakan sebagai kelompok yang benar daripada yang lainnya.
Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya (1065) dari hadits al Qasim bin al Fadhl al Haddani, dari Abu Nadhrah dari Abu Sa’id Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَمْرُقُ مَارِقَةٌ عِنْدَ فُرْقَةٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ يَقْتُلُهَا أَوْلَى الطَّائِفَتَيْنِ بِالْحَقِّ
“Kelak akan muncul satu kelompok yang menyempal ketika terjadi pertikaian di antara kaum Muslimin. Kelompok itu akan diperangi oleh kelompok yang lebih mendekati kebenaran dari dua kelompok (yang bertikai itu)”

Selasa, 21 Januari 2014

Kewajiban atas Persendian Kita (Keutamaan Shalat Dhuha)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
كُلُّ سُلاَمَى عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ
“Setiap persendian manusia ada kewajiban bershadaqah setiap harinya…”
(HR. al-Bukhari dan Muslim).
Para pembaca rahimakumullah, Maha suci dan Maha Besar Allah ‘Azza wa jalla yang telah menciptakan makhluk-makhluk-Nya dengan struktur yang penuh kesempurnaan. Termasuk di dalamnya manusia.Allah ‘Azza wa jalla berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (at-Tiin: 4).

Senin, 13 Januari 2014

"Pacaran Islami" Para Aktifis Dakwah

>Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah

Menempelkan label Islami memang mudah. Namun ketika yang dilekati adalah hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam, maka perkaranya menjadi berat pertanggungjawabannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur`an yang mulia:

Sabtu, 11 Januari 2014

Cara-Cara Batil Menegakkan Daulah Islamiyah


Ketika kaum muslimin, terkhusus para aktivisnya, telah menjauhi dan meninggalkan metode dan cara yang ditempuh oleh para nabi dan generasi Salaful Ummah di dalam mengatasi problematika umat dalam upaya mewujudkan Daulah Islamiyyah, tak pelak lagi mereka akan mengikuti ra`yu dan hawa nafsu. Karena tidak ada lagi setelah Al-Haq yang datang dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya n serta Salaful Ummah, kecuali kesesatan.
Sebagaimana firman Allah:
فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ
“Maka apakah setelah Al Haq itu kecuali kesesatan?” (Yunus: 32)

Selasa, 07 Januari 2014

Hukum MLM (Multi Level Marketing)

Pengantar
Termasuk masalah yang banyak dipertanyakan hukumnya oleh sejumlah kaum muslimin, yang cinta untuk mengetahui kebenaran serta peduli dalam membedakan halal dan haram, adalah Multi Level Marketing (MLM). Transaksi dengan sistem MLM ini telah merambah di tengah manusia dan banyak mewarnai suasana pasar masyarakat.

Minggu, 05 Januari 2014

Perang Shiffin, Celah Munafiqin Mencela Amirul Mu’minin

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc)
Celaan kepada sahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan z dimunculkan pula dari sebuah peristiwa besar, Perang Shiffin. Peperangan dua barisan kaum muslimin itu dimanfaatkan oleh orang-orang munafik untuk mencela generasi terbaik, tanpa memahaminya dengan pemahaman salaful ummah.

Mereka menuduh Mu’awiyah z berkehendak merebut kekhilafahan Ali bin Abi Thalib z dalam perang itu. Mereka juga mengatakan bahwa perang antara Ali dan Mu’awiyah dalam Perang Shiffin sama dengan peperangan antara Ali dan kaum Khawarij. Mereka, kaum zindiq berkesimpulan, Mu’awiyah adalah pemberontak sebagaimana kaum Khawarij. Benarkah tuduhan itu? Bagaimana Ahlus Sunnah wal Jamaah menyikapi fitnah Perang Shiffin?

Senin, 23 Desember 2013

Apakah Makmum Juga Membaca ‘Sami’allaahu li-Man Hamidah’ ?

Tanya: “Apakah makmum juga membaca ‘sami’allaahu li-man hamidah’ seperti yang imam baca saat berdiri i’tidal dalam shalat berjama’ah?”.
Jawab: Dalam hal ini, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

Kamis, 19 Desember 2013

Shahih Atsar Ibnu ‘Abbas : Kufrun Duuna Kufrin – Menjawab Sebagian Syubhat Takfiiriyyuun

KEDUDUKAN ‘ABDULLAH BIN ‘ABBAS radliyaallaahu ‘anhuma DALAM TAFSIR AL-QUR’AN :
عن ابن عباس قال : كنت في بيت ميمونة ابنة الحارث فوضعت لرسول الله صلى الله عليه وسلم طهوره فقال : من وضع هذا ؟ فقالت ميمونة : عبد الله ، فقال : " اللهم فقهه في الدين وعلمه التأويل "
Dari Ibnu ‘Abbas ia berkata :

Selasa, 17 Desember 2013

Khawaarij dan Ayat Hukum (QS. Al-Maaidah : 44)

Setelah dipaparkan bagaimana pandangan Ahlus-Sunnah terhadap ayat hukum (QS. Al-Maaidah : 44), yaitu di artikel ini, sekarang giliran kita lihat bagaimana cara pandang Khawarij terhadap ayat tersebut.
Telah berkata Al-Imaam Abu Bakr Muhammad bin Al-Husain Al-Aajurriy rahimahullah (w. 360 H) :

Kamis, 14 November 2013

Kesabaran Syaikh Robi’ Al-Madkholy dalam Menasehati Pelaku Penyimpangan

Pertanyaan diajukan kepada   As Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaly Hafidzahullahu Wa Ro’ah.
Pertanyaan: “Telah muncul suatu kaedah baru yang bertujuan menjauhkan kaum muslimin dari Ahlul Ilmi (Ulama’), yaitu metode yang mengklasifikasikan Ulama menjadi dua jenis. Ada Ulama yang Mutasahil (bermudah-mudahan) dan ada juga Ulama yang Mutasyadid (ekstrim). Terkadang mereka katakan bahwa Ulama di daerah ‘ini’ Mutasyaddid dan Ulama di daerah ‘itu’ Mutasahil. Bagaimanakah Arahan Anda tentang hal ini?

Selasa, 12 November 2013

Sunnahkah Menyantuni Anak Yatim Pada Hari Asyura?

Pertanyaan: Saat ini banyak tersebar keyakinan di masyarakat tentang anjuran menyantuni anak yatim di hari asyura. Apakah benar demikian? Adakah dalil tentang hal ini?
Dari: Abu Ahmad (teXXXXXXXX@yahoo.com)
Jawaban:

Sabtu, 09 November 2013

ABDUR-RAHMAN BIN MULJAM, POTRET BURAM SEORANG KORBAN PEMIKIRAN KHAWARIJ

Oleh : Muhammad ‘Ashim bin Musthafa
Kebenaran pemahaman dan itikad yang baik merupakan tonggak penting dalam mengaplikasikan ajaran Islam secara benar. Dua perkara ini harus seiring-sejalan. Ketika salah satunya tidak terpenuhi, maka tabiat orang-orang Yahudi -yang tidak mempunya itikad baik di hadapan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala -, dan penganut Nashâra -yang berjalan tanpa petunjuk ilmu- akan berkembang di tengah umat. Akibatnya timbullah kerusakan. 

Jumat, 01 November 2013

Istighotsah Syirik

Kesyirikan demi kesyirikan telah melanda umat Islam di negeri kita, karena minimnya ilmu mereka tentang tauhid, dan sibuknya mereka dengan urusan dunia yang melalaikan mereka dari mengkaji agama mereka.
Sebagian kaum muslimin ada yang terjatuh dalam kubang kesyirikan dari pintu istighotsah (meminta pertolongan di kala susah) kepada nabi, wali, dan lainnya. Mereka menyangka bahwa ber-istighotsah kepada makhluk adalah perkara yang disyari’atkan.

Kamis, 31 Oktober 2013

Kelemahan Hadits Nabi Mengaqiqahi Dirinya Setelah Dewasa

Pembahasan ini secara singkat telah dibahas dalam artikel Aqiqah dalam Syari’at Islam (catatan kaki no. 24).  Pada kesempatan ini, akan coba saya ulang dengan lebih menjabarkan jalan periwayatan dan keterangan penyebab kelemahannya.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَرَّرٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَفْسِهِ بَعْدَ مَا بُعِثَ بِالنُّبُوَّةِ "
Dari ‘Abdullah bin Muharrar, dari Qataadah, dari Anas, ia berkata :