Minggu, 19 Juli 2015

RIZKI DARI ALLAH UNTUK HATIM AL ASHAM

KISAH MENAKJUBKAN DALAM TAWAKAL KEPADA ALLAH

Hatim Al-Asham (yang tuli) rahimahullah termasuk pembesarnya orang shalih, hatinya berkeinginan untuk haji pada suatu tahun dalam keadaan dia tidak memiliki biaya. Dia tidak boleh safar, bahkan tidak wajib berhaji tanpa meninggalkan nafkah kepada anak-anak yang mereka tidak ridha.

Sabtu, 11 Juli 2015

SIAPA DIA?

Bertahun-tahun dakwah salafy ada di Indonesia ini
Tidak pernah tersebut barang 1 huruf pun dari namanya,,
Para Asatidzah….para Masyayikh pun tidak mengenalnya…
Bukan permasalahan kenal atau tidak kenal dia dikatakan salafy….
Dia datang disaat badai fitnah muncul…
⚡ Fitnah menggenang dimana-mana
Dan disaat itu pula, dia muncul.. bak jentik nyamuk  yang hidup digenangan air yang kotor.
Dan pertanyaannya…

Minggu, 05 Juli 2015

KISAH IMAM AL QADHI "BUAH MENUNAIKAN AMANAH"

Kisah ini terjadi pada salah satu ulama ahli hadits, beliau adalah Al Qadhi Muhamad bin Abdul Baqi Al Anshari Al Bazzar, beliau dikenal dengan julukan Qadhi Al Marastan, beliau meninggal pada tahun 535 Hijriyah.
Kisah ini benar-benar menakjubkan dan juga mengharukan. Padanya terdapat pelajaran yang banyak yang bisa kita petik dari kisah tersebut.
Nah, penasaran kan? Ayo kita simak bersama-sama kisah ini!

Kamis, 25 Juni 2015

JIKA BELUM SHOLAT ISYA SUDAH DI TEGAKAN SHALAT TARAWIH

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله 
Pertanyaan: Kami bertiga masuk ke masjid dalam keadaan kami mendapati imam sudah selesai dari shalat Isya. Apa yang afdhal bagi kami bertiga untuk shalat Isya secara berjamaah? Ataukah kami menunggu shalat Tarawih dan ikut bergabung dengan imam, tetapi dengan niat shalat Isya kemudian shalat Isya kami sempurnakan ?

Kamis, 18 Juni 2015

Bolehkah Duduk iq'a saat Tasyahud

Tanya:
Waktu kita shalat, saat kondisi duduk diantara dua sujud, maka ada dua keadaan cara duduk, yaitu dengan cara iftirasy atau dengan cara menegakkan kedua kaki lalu duduk diatas dua kaki tersebut (iq'a). Di saat kita shalat yang raka'atnya dua raka'at, maka saat kondisi tahiyat akhir, maka juga ada dua kondisi, dua keadaan atau pendapat, yaitu iftirasy atau tawarruk. Pertanyaan, apakah pada saat tahiyat akhir yang dua raka'at tadi, ada pendapat yang ketiga, yaitu dengan cara menegakkan kedua kaki (dengan cara iq'a tadi) sebagaimana cara duduk diantara dua sujud. Maksudnya adakah dalil cara duduk tahiyat tersebut dengan menegakkan dua kaki? Jazakumullahu khoiron.

Rabu, 10 Juni 2015

Apakah rumah, tanah dan harta yang mencapai nishab terkena zakat

Tanya:
Afwan ustadz, ana mau tanya. Apabila ana mempunyai tanah, rumah, dan harta yang apabila dihitung dengan nilai emas, telah mencapai nishab, apakah wajib dikeluarkan zakatnya? Jazakallaahu khoiron.

Jawab:
Oleh Al Ustadz Abu Karimah Askari hafizhahullah

Rabu, 27 Mei 2015

BOLEHKAH BERSEDEKAH KEPADA SELAIN MUSLIM

Pertanyaan :
Semoga Allah berbuat baik kepada anda, pertanyaan keenam belas dari Kuwait :
bolehkah bersedekah kepada orang selain muslim?
Jawaban :

Minggu, 17 Mei 2015

KETIKA PENDETA SYIAH NGILER IPHONE 6


Muhammad Baqir al-Fali dalam akun Twitternya mengatakan:
Pernah baterai telpon genggamku akan habis. Maka aku berkata, “Ya Zahra (memanggil Fathimah bintu Rasulullah -pent).” Maka baterai tersebut bertambah menjadi setengah. Lalu aku berkata, “Ya Ali.” Maka baterai menjadi penuh. Tiba-tiba HP tersebut mengatakan, “Demi Allah, seandainya engkau mengatakan: ‘Ya Husain’, pasti aku menjadi Iphone 6.”

Sabtu, 09 Mei 2015

SEMANGAT MENEMPUH JALAN MENUNUT ILMU

Disebutkan dalam sahih Muslim, dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu anha, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فيه عِلْمًا سَهَّلَ الله له بِهِ طَرِيقًا إلى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim:2699)

Hadits ini menerangkan bahwa seorang yang keluar untuk menuntut ilmu, akan menjadi sebab masuknya seorang hamba ke dalam surga. Mengapa demikian? Ya, tatkala seorang muslim mempelajari agamanya dengan penuh keikhlasan, maka dia akan dimudahkan untuk memahami mana yang baik dan mana yang buruk, antara yang halal dan yang haram, yang haq dan yang batil, lalu dia berusaha mengamalkan apa yang telah ia ketahui dari ilmu tersebut, sehingga ia menggabungkan antara ilmu dan amal dengan keikhlasan dan mengikuti bimbingan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam , maka dia menjadi seorang hamba yang diridhai-Nya, dan tiada balasan dari Allah Ta’ala bagi hamba yang diridhai-Nya melainkan surga.

Senin, 06 April 2015

Fatwa Syaikh Bin Baz Tentang Seorang Yang Akan Membayar Hutang Tapi Pihak Penghutang Sudah Tidak Ada

diterjemahkan Oleh Al Ustadz  Abu Utsman Kharisman
Wahai Syaikh yang mulya, saya memiliki hutang kepada beberapa orang. Sebagian waktunya sudah lama, sebagian waktunya masih belum lama. Pada saat mereka menagih hutangnya, waktu itu saya belum punya uang. Sekarang saya punya uang. Akan tetapi sebagian mereka ada, sebagian lagi tidak ada (tidak ketemu). Apa yang saya lakukan terhadap harta orang-orang yang tidak diketemukan?

Rabu, 01 April 2015

WAHAI ORANG-ORANG YANG BERPALING DARI MENUNTUT ILMU…APA UDZUR KALIAN DI SISI ALLAH

بسم الله الرحمن الرحيم
Diantara perkataan Fadhilatu al-‘Allamah al-Mufassir Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di -semoga Allah merahmati beliau-
Beliau berkata:
“Wahai orang-orang yang berpaling dari menuntut ilmu.. Apa ‘udzur ( alasan) kalian di sisi Allah, Sedangkan kalian dalam keadaan  sehat wal’afiat dan bersenang-senang..!?
Apa yang menghalangi kalian darinya( dari menuntut ilmu agama)…, padahal kalian dalam keadaan diberi rizki oleh Rabb kalian (sehingga) kalian bisa menggembala(binatang ternak kalian)…

Selasa, 10 Maret 2015

Hukum Bekerja di Bank Ribawi

Fatwa Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah: “… Tidak diperbolehkan bekerja di bank seperti itu (yang melakukan transaksi riba, pen.). Sebab bekerja di sana termasuk ta’awun (tolong-menolong) di atas dosa dan permusuhan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Al-Ma’idah: 2)

Belajar Adab Sebelum Menimba Ilmu

Sebuah kesalahan para penuntut ilmu, ia hanya mengumpulkan ilmu sebanyak-banyaknya. Namun ia lupa menghiasi dirinya dengan adab-adab islami kepada yang lain: kepada ustadz, ilmu, kitab, kawan-kawan, masyarakat, orang tua dan lainnya. Tak heran bila di zaman ini kita akan menjumpai manusia-manusia durhaka kepada guru dan ustadznya yang telah mengajarinya sekian banyak jenis ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya.

Minggu, 08 Maret 2015

Dzikir-Dzikir Sesudah Shalat Fardhu

Para pembaca semoga Allah menanamkan dalam hati kita kecintaan kepada kebaikan dan kebenaran. Diantara kebaikan yang mudah untuk kita amalkan adalah berdzikir setelah melaksanakan shalat wajib yang lima waktu. Dzikir (wirid) ini sangat penting karena diantara fungsinya adalah sebagai penyempurna dari kekurangan dalam shalat kita. Bahkan dzikir setelah shalat fardhu merupakan perintah langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, walaupun dalam keadaan genting sekalipun seperti dalam keadaan perang. Sebagaimana firman-Nya:

Kamis, 05 Maret 2015

Permisalan Agung Hakikat Hidup Manusia

Seorang mukmin hidup di dunia ibaratnya seperti orang asing atau musafir. Suatu permisalan yang penuh makna dan pesan yang agung. Hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang selayaknya dijadikan pelajaran dan diterapkan oleh seorang mukmin dalam kehidupannya di dunia.

Selasa, 03 Maret 2015

Talak Raj'i dan Talak Ba'in

Kesempatan Menalak Istri yang Telah Digauli Hanya Tiga Kali
Seorang lelaki yang merdeka memiliki kesempatan menalak istrinya yang telah digaulinya tiga kali, baik istrinya wanita merdeka maupun berstatus budak[1].

Talak pertama dan talak kedua adalah talak raj’i yang artinya dia punya hak merujuk istrinya pada masa ‘iddah kapan saja dia mau, walaupun istrinya tidak rela dirujuk.

Jumat, 27 Februari 2015

Hukum Memutuskan Hukum Tidak Dengan Wahyu Allah

Apakah para pemimpin yang memutuskan hukum tidak dengan wahyu yang diturunkan Allah dapat dikatakan sebagai orang-orang kafir? Kalau kita katakan mereka itu adalah muslim, bagaimana sikap kita terhadap firman Allah: "Dan barangsiapa yang tidak memutuskan hukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah maka mereka adalah orang-orang yang kafir.."?" (QS.Al-Maa-idah : 44)

Senin, 23 Februari 2015

TARBIYATUL AULAD

 « سلسلة نصائح وتوجيهات في تربية الأولاد »
>>>>لأحمد مبارك بن قذلان المزروعي<<<<
« Silsilah (Rangkaian) Nasehat dan Bimbingan dalam Tarbiyatul Aulad »
 Oleh asy-Syaikh Ahmad Mubarak bin Qadzlan al-Mazru’i
1- اعلم أن الحمل ثقيل فاستعن بالله على تربية أولادك فهو خير معين.
1. Ketahuilah, bahwa hamil itu berat. Maka mintalah pertolongan kepada Allah untuk mentarbiyah putra-putrimu. Sesungguhnya Dia sebaik-baik penolong.
2-دعاء الوالدين مستجاب فعليك بالدعاء لأولادك بالخير والصلاح، وإياك والدعاء عليهم .
2. Doa kedua orang tua mustajab. Maka hendaknya engkau doakan putra-putrimu dengan kebaikan dan keshalihan.

Senin, 09 Februari 2015

Tidak Ada Paksaan Dalam Beragama, Bukan Legalisasi Kebebasan Beragama

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya):
“Tidak ada paksaan untuk beragama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang teguh kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 256)

Jumat, 23 Januari 2015

Haruskah Melepas Tali Pocong

Banyak mitos yang beredar di masyarakat kita terkait dengan kejadian tidak dilepasnya tali pocong mayit ketika dimakamkan sehingga bisa langsung bersentuhan dengan tanah karena lupa. 
Ada yang bilang bahwa itulah penyebab adanya arwah gentayangan. Ini jelas mitos alias khurafat yang tidak berdasar dan akidah mengada-ada yang dimasukkan oleh sebagian orang Islam ke dalam ajaran Islam. Lantas apa sih hukum sebenarnya dari melepas tali pocong mayit ketika hendak dimakamkan? Wajib kah?

Rabu, 21 Januari 2015

Tata Cara Wudhu Sesuai Sunnah

Pembahasan Pertama: Pengertian Wudhu

استعمال الماء في الأعضاء الأربعة -وهي الوجه واليدان والرأس والرجلان- على صفة مخصوصة في الشرع، على وجه التعبد لله تعالى

Menggunakan air pada anggota tubuh yang empat – wajah, kedua tangan, kepala dan kedua kaki- menurut sifat (tatacara –ed) tertentu dalam syar’i dalam rangka beribadah kepada Allah Ta’aala. (Al-Fiqh al-Muyasar, hlm 33)

HUKUM MEMELIHARA ANJING

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Sesungguhnya di dalam rumah, kami memiliki anjing betina yang kami peroleh. Tadinya, kami tidak mengetahui hukum memelihara anjing tanpa keperluan. Setelah kami mengetahui hukumnya, kami mengusir anjing tersebut, dan ia tidak mau pergi karena sudah sangat jinak di rumah dan saya tidak ingin membunuhnya. Apakah jalan keluarnya.?

Selasa, 13 Januari 2015

Beberapa Catatan Tentang Memakai Cincin Bagi Laki-laki

Pertanyaan di group WA al-I’tishom:
1. Apakah dulu Rasulullah memakai cincin?
2. Apakah seorang pria boleh memakai cincin selain cincin emas?
Jawaban:
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Ya, Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memakai cincin.
Beberapa hadits yang menunjukkan hal itu, di antaranya:

Selasa, 06 Januari 2015

ILMU ADALAH TAKUT KEPADA ALLAH

Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muawiyah Askari bin Jamal hafizhahullah
“Sesungguhnya hanyalah yang takut kepada Allah di antara para hamba-Nya adalah ulama.” (Fathir: 28)

Penjelasan Beberapa Mufradat Ayat
“Sesungguhnya hanyalah.”
Lafadz ini menunjukkan pembatasan. Pembatasan dalam satu kalimat bermakna istitsna’ (pengecualian/pengkhususan). Adapun istitsna’ dalam konteks kalimat penafian, menurut jumhur ulama, mengandung makna penetapan (itsbat). (Lihat Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam, 16/177)
“Ulama.”