Selasa, 07 Oktober 2014

Hadits-Hadits Palsu Terkait dengan Haji dan Bulan Dzulhijjah

Kusebutkan untuk kalian sedikit contoh hadits-hadits palsu mengenai haji ini,yang tidak pernah diucapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka berhati-hatilah darinya …

Hadits ke-1: Tentang Puasa Arafah
صوم يوم عرفة كصوم ستين سنة
“Puasa pada hari Arafah seperti puasa enam puluh tahun.”

Hadits ke-2: Tentang puasa hari pertama bulan Dzulhijjah
في أول ليلة من ذي الحجة، وُلِدَ إبراهيم، فمن صام ذلك اليوم كان كفارة ثمانين سنة، وفي تسع من ذي الحجة أنزل توبة داود؛ فمن صام ذلك اليوم كان كفارة ستين سنة
“Pada malam pertama bulan Dzulhijjah, dilahirkanlah nabi Ibrahim, maka barangsiapa yang berpuasa pada hari itu, akan menjadi penghapus dosa selama delapan puluh tahun, dan pada sembilan Dzulhijjah diturunkan taubatnya nabi Dawud maka barangsiapa yang berpuasa pada hari itu, akan menjadi penghapus dosa selama enam puluh tahun.”

Hadits ke-3: Tentang puasa hari Tarwiyah
من صام يوم التروية أعطاه الله مثل ثواب أيوب على بلائه، وإن صام يوم عرفة أعطاه الله -عز وجل- مثل ثواب عيسى ابن مريم، وإن لم يأكل يوم النحر حتى يصلي أعطاه الله ثواب من صلى في ذلك اليوم؛ فإن مات إلى ثلاثين يومًا مات شهيدًا
“Barangsiapa yang berpuasa pada hari tarwiyah, maka Allah akan berikan untuknya pahala semisal pahala nabi Ayyub atas ujian yang menimpanya, dan apabila dia berpuasa pada hari ‘arafah, maka Allah ‘azza wajalla akan berikan untuknya pahala semisal pahala nabi ‘Isa bin Maryam, dan apabila dia tidak makan pada hari nahr sampai shalat maka Allah akan berikan untuknya pahala semisal pahala orang yang shalat pada hari itu, apabila dia mati sampai tiga puluh hari maka dia mati sebagai seorang syahid.”

Hadits ke-4: Tentang Haji dan ridha
إن الله لا ييسر لعبده الحج إلا بالرضا؛ فإذا رضي عنه أطلق له الحج
“Sesungguhnya Allah tidak akan memudahkan hamba-Nya untuk menunaikan haji kecuali dengan ridha, maka apabila Allah ridha, Dia akan mudahkan untuknya haji.”
Hadits ke-5: Tentang Haji dan pernikahan
من تزوج قبل أن يحج فقد بدأ بالمعصية
“Barangsiapa yang menikah sebelum berhaji maka dia telah memulai dengan kemaksiatan.”

Bersambung Insya Allah …

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar