Rabu, 23 Maret 2016

TERUS MENERUSLAH BERSABAR MENGETUK PINTU

========================

Fudhail Ibnu ‘Iyadh rahimahullahu berkata:
“Saya mempelajari kesabaran dari seorang anak kecil. Suatu hari saya berangkat menuju masjid, tiba-tiba saya mendapati seorang ibu memukuli putranya di dalam rumah dan ia menjerit (kesakitan) sehingga ia membuka pintu rumah kemudian kabur dan sang ibu pun mengunci pintu rumahnya karena marah dengan anaknya”.

Beliau rahimahullahu melanjutkan perkataannya,
“Sepulangnya dari masjid, aku perhatikan (peristiwa tersebut). Maka aku jumpai anak tersebut sudah didepan pintu memohon untuk dapat masuk kerumah kembali akan tetapi sang ibu tidak membukakan pintunya. hal tersebut berlangsung beberapa lama  sampai sang anak tertidur di ambang pintu. mendengar anaknya menangis dan memohon didepan pintu sang ibu pun mendekat kepintu dan melihat anaknya maka luluhlah hati sang ibu, sehingga sang ibu pun membukakan pintu untuk putranya”.

Akhirnya Fudhail Ibnu ‘Iyadh rahimahullahu pun tidak bisa menahan air matanya sehingga jenggotnya basah dengan air mata. Lalu beliau rahimahullahu berkata, “Subhanallah, seandainya seorang hamba bersabar (mengharap) pada pintu Allah ‘Azza wajalla, niscaya Allah akan membukakan pintu untuknya”.

Abu Darda radhiyallahu ‘anhu berkata, “Bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa, karena siapa saja yang banyak mengetuk pintu Allah maka sebentar lagi pintu tersebut akan terbuka untuknya.”
=============
❍ اصبروا على قرع الباب ❍
● قال الفضيل بن عياض رحمه الله تعالى :
• تعلمت الصبر من صبي صغير :
ذهبت مرة إلى المسجد فوجدت امرأة داخل دارها تضرب ابنها وهو يصرخ ففتح الباب وهرب فأغلقت عليه الباب ..
• قال : فلما رجعتُ نظرتُ ، فلقيت الولد بعدما بكى قليلا نام على عتبة الباب يستعطف أمه فرق قلب الأم ففتحت له الباب.
• فبكى الفضيل حتى ابتلت لحيته بالدموعm
وقال : سبحان الله !
لو صبر العبد على باب الله عز وجل – لفتح الله له !
• قال “أبو الدرداء” رضي الله عنه “:
جدوا بالدعاء فإنه من يكثر قرع الباب يوشك أن يفتح له
❒ مصنف ابن أبي شيبة
6/20

Sumber : (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah: 6/20).
Alih bahasa : Ustadz Abdul hamid حفظه الله | WhatsApp Salafy Cirebon

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar